Senin, 09 Juni 2008

"Maling teriak maling "Partai Politik dalam kasus Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara

Polemik berkepanjangan yang terjadi dalam penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara terpilih disebabkan oleh tidak adanya kedewasaan partai politik dalam berpolitik. Adanya unsur politis menyebabkan kasus ini bak benang kusut sehingga sulit dicari pemecahannya. Namun, langkah Mendagri untuk menuntaskan permasalahan ini dengan menetapkan pasangan Thaib Armaiyn (TA) dan Abdul Gani Kasuba (GK) berbuntut panjang.

Partai Golkar yang mengusung pasangan Abdul Gafur dan Abdurrahim Fabanyo tidak sert merta menerima keputusan Menteri dalam negeri tersebut. Buntutnya adalah penegasan Partai Golkar untuk mengubah haluan politiknya berhadapan dengan Pemerintah (Rakyat Merdeka, 7/6) dan Meminta KPK untuk mengusut dugaan KKN di Depdagri.

Hal tersebut diduga sebagai akal-akalan partai Golkar untuk menaikkan posisi tawar ke SBY, sebagaimana yang dijelaskan oleh Pengamat Politik dari UI Arbi Sanit, ancaman Golkar ujung-ujungnya Cuma minta jatah jabatan. Misalnya posisi menteri atau posisi politik lainnya bisa duta besar atau komisaris dan direksi BUMN.

Selain itu langkah Partai Golkar mendesak KPK untuk mengusut dugaan KKN di Depdagri dinilai sebagai maling teriak maling Partai Golkar. Menurut Tim Sukses Ruhut Sitompul yang juga mantan kader Partai golakan ini mengatakan “Seharusnya sejak lama pasangan TA-GK ini ditetapkan, tapi Karena Golkar main kotor akhirnya jadi berlarut-larut”(Rakyat Merdeka, 7/6).

Dari sinilah terlihat indikasi betapa tidak adanya kedewasaan sebuah Partai besar dalam menghadapi dinamika politik yang terjadi saat ini. Partai politik yang seharusnya menjadi media pembelajaran politik bagi masyarakat sebaiknya menunjukkan sikap pendewasaan dan mau menerima kekalahan. Sebab dinamika politik saat ini tidak sama dengan dinamika saat partai ini berkuasa dimana masyarakat kita saat ini sudah mulai melek politik. Jadi, sudah saatnya partai-partai yang masih menggunakan cara-cara yang konvensional dalam menjaring simpati masyarakat meninggalkan cara-cara tersebut karena pengetahuan politik masyarakat saat ini sudah mulai berkembang sehingga tidak mudah terpengaruh dengan janji-janji manis yang diucapkan oleh politisi-politisi pada saat mencalonkan menjadi kepala daerah ataupun calon legislatif. Wallahusalam bisowab

Jumat, 06 Juni 2008

Ayo dukung Indonesia !

Pemilihan 7 keajaiban milik dunia kembali digelar, berbeda dengan
kriteria sebelumnya dengan keajaiban yang dibuat secara sengaja oleh
manusia dalam bentuk bangunan, kali ini panitia mengajak dunia untuk
memilih 7 keajaiban baru milik dunia yang bukan dari buatan manusia.

Sudah terpilih sebanyak 77 tempat di seluruh dunia dari berbagai
kategori, dan Indonesia mengajukan atau setidaknya sudah terpilih
sebanyak 3 tempat eksotik, antara lain:

1. Komodo National Park
2. Krakatau, Volcanic Island
3. Lake Toba

Voting dilakukan melalui internet, dengan batas waktu sampai akhir
2008!

VOTE for INDONESIA : http://www.new7wond ers.com/ atau:
http://www.new7wond ers.com/nature/ en/liveranking/

Catatan:

Indonesia mungkin akan kalah dari negara lain, bahkan negara kecil
yang mengajukan tempat yang tidak terlalu menarik, hanya karena negara
tersebut lebih melek internet ( Singapore contohnya, yang mengajukan
Bukit Timah Nature Reserve). Dan yg lebih menyedihkan lagi, pulau
Sipadan juga termasuk dlm nominee yg diajukan oleh Malaysia .


Brazil misalnya, pemerintahnya menyediakan fasilitas gratis untuk
masyarakatnya yang tidak punya akses internet agar bisa ikut memilih
untuk negaranya.

Karena itu, ayo bantu sebarkan informasi dan ajakan ini!