Rabu, 23 Juli 2008

Serius, Artis Mau Jadi Anggota DPR?

Dinamika politik di Indonesia kini memasuki babak baru. Diawali pasca terpilihnya Rano Karno sebagai wakil bupati Kabupaten Tangerang dan kemudian disusul dengan terpilihnya Dede Yusuf sebagai wakil Gubernur Jawa Barat kini banyak artis berbondong-bondong terjun ke dunia politik. Entah ini sebuah trend atau memang berawal dari kesadaran para artis tersebut terhadap nasib negaranya. Tapi yang jelas banyak pro dan kontra mengenai fenomena ini.

Dari beberapa pendapat dimasyarakat menunjukkan bahwa mereka (artis yang menjadi calon legislatif) tidak pantas menjadi anggota DPR RI karena tidak memiliki latar belakang politik. Masyarakat juga memahami bahwasanya pencalonan artis menjadi caleg bukan disebabkan karena artis itu memiliki kapabilitas sebagai seorang politisi namun disebabkan oleh popularitas yang dimiliki oleh si artis tersebut dalam mendulang suara bagi partai politik.

Mungkin kita masih ingat pada pemilihan presiden 2004, dimana SBY pada saat itu naik sebagai presiden dikarenakan popularitasnya. Nilai popularitas inilah yang saat ini dipakai oleh beberapa parpol untuk mendulang suara. Inilah yang menjadi permasalahan, karena kemungkinan nantinya si artis hanya akan menjadi boneka bagi parpol yang mengusungnya karena kurangnya pemahaman mengenai politik tersebut.

Menurut beberapa pengamat, artis yang menjadi calon legislatif tidak cukup hanya bermodalkan dengan popularitas saja tetapi juga harus diimbangi dengan pengetahuan politik yang lebih. Ambil contoh Alm. Sophan Sophian, beliau tidak hanya memliki popularitas yang lebih tetapi juga memiliki pengalaman yang panjang di dalam partai politik dan proses ini tidak didapat secara instan namun melalui proses yang panjang. Dapat dibayangkan bahwasanya sesuatu yang dimulai dengan instan maka akan berakhir dengan instan pula.

Ini bukanlah proses yang main-main yang apabila kita kalah dalam permainan tersebut maka kita tidak akan memainkannya lagi. Jadi, yang harus perlu diingat adalah sah-sah saja menjadi seorang politisi baik itu menjadi seorang anggota DPR, Presiden bahkan seorang Ketua RT bukan saja ia meyakini memiliki potensi untuk menjadi itu semua tetapi juga harus diimbangi dengan integritas, kapabilitas serta loyalitas yang mumpuni yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat terutama yang memilihnya sebagai pemimpin ataupun wakilnya di DPR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buat yang mau komentar isi aja jangan malu-malu